<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>Piranti</title>
		<link>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/-t1.htm</link>
		<description>Thread yang ter-fokus pada pemahaman pemilihan piranti berkendara, apapun bentuknya</description>
		<lastBuildDate>Mon, 15 Oct 2007 05:58:50 GMT</lastBuildDate>
		<ttl>10</ttl>
		<image>
			<title>Piranti</title>
			<url>http://illiweb.com/fa/prosilver_grey/site_logo.gif</url>
			<link>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/-t1.htm</link>
		</image>
		<item>
			<title>Pahami Arti Kode Rantai</title>
			<link>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/pahami-arti-kode-rantai-t14.htm</link>
			<dc:creator>Admin</dc:creator>
			<description>Tanpa disadari, anda sering menyebut rantai ukuran 415, 420, 428, 520 dan sebagainya. Sebenarnya angka-angka tersebut merupakan kode yang menyatakan ukuran dari rantai. 



Proses pembuat rantai seperti 420 maka angka 4 menyatakan jarak antar pin rantai. Agar lebih mudah dilambangkan dengan huruf A. 



Besarnya A adalah 1/8 inci. Mencarinya dengan cara A/8 atau 4/8 inci. Jika ingin dalam satuan mm tinggal dikalikan 25,4 mm sehingga menjadi 4/8 x 25,4 mm = 12,7 mm. Jadi jarak antar pin rantai  ...</description>
			<category>Piranti</category>
			<pubDate>Mon, 15 Oct 2007 05:58:50 GMT</pubDate>
			<comments>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/pahami-arti-kode-rantai-t14.htm#14</comments>
			<guid>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/pahami-arti-kode-rantai-t14.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Spion</title>
			<link>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/spion-t9.htm</link>
			<dc:creator>Admin</dc:creator>
			<description>(M+)



Memilih spion variasi jangan asal dan salah kaprah. Karena kaca intip ini bukan sekadar variasi pelengkap. Melainkan perangkat safety yang berguna memperkecil wilayah blankspot. Makanya, musti ada patokan. Paling tidak, mendekati desain pabrikan.

    

Contoh Kanzen yang ambil patokan standar JIS (Japan Industrial Standar). “Kalau tidak salah JIS D 5705:1993, dan telah diadopsi menjadi SII,” jelas Taufik Hidayat, direktur desain dan pengembangan produk PT Kanzen Motor Indonesia (KMI).



Patokan  ...</description>
			<category>Piranti</category>
			<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 04:45:00 GMT</pubDate>
			<comments>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/spion-t9.htm#9</comments>
			<guid>http://lampuhijau.forumotion.com/piranti-f5/spion-t9.htm</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>