Mengusir Kantuk Saat Mudik
Halaman 1 dari 1 • Share •
Mengusir Kantuk Saat Mudik
Mengusir Kantuk Saat Mudik.
---------------------------------
Leopold Sudaryono
Pulang mudik bersama keluarga tentu sangat menyenangkan. Apalagi jika
beruntung dapat menggunakan kendaraan keluarga roda 4. Baik sewaan
ataupun milik pribadi.
Perasaan lelah karena mengendarai sendiri tidak terasa karena waktu
dilewatkan dengan mengobrol dan bercanda.
TUNGGU dulu. Itu benar hanya untuk beberapa jam dari total perjalanan
yang bisa lebih dari 12 jam.
Sisanya, bagi para penumpang adalah tidur atau merem sambil dengerin
personal music.
Nasib si supir? Kasian deh loe ...
Ada banyak tips mengusir kantuk, tapi the first rule of thumb adalah:
kalau berasa ngantuk + sudah saatnya istirahat (after 3-4 hours of
driving) +
ada tempat yg nyaman/aman utk istirahat = berhenti istirahat.
tapi terkadang kombinasi ketiga faktor diatas itu tidak ditemui.
Kadang kita ngantuk (karena bosan padahal belum jamnya istirahat) atau
belum dapat tempat yg pas
(sedang lewat jalur hutan jati nan sepi tiada henti seperti rute jalur
tengah Kalijati)
kalau sudah begitu, tindakan SEMENTARA saya biasanya:
1. makan tahu goreng dan cabe (rawit kalau kuat)
Sensasi pedas dari cabe tanpa tedeng aling-aling akan menyergap dan
bertahan di otak paling tidak 15an menit.
Lumayan dapat 15-20an KM to the next stop. Pilus rasa pedas atau snack
pedas lain
mungkin bisa membantu, tapi rasa pedasnya tentu kalah dengan cabe
rawit + tahu (apalagi kalau setelah makan cabe lalu tahunya jatuh ke
bawah stir.. hhhhhhh)
2. Matikan AC ganti pake udara alami untuk beberapa saat. Pasokan
udara segar dan oksigen akan menyegarkan tubuh.
3. Yang sudah umum mungkin seperti makan permen atau minuman yang
mengandung kafein atau suplemen energi,
(Hati2 yang menderita kelainan jantung dan jangan banyak2)
4. Utk orang pontianak/Melayu tentu sangat akrab dengan jeruk limau. (Duh
baru membayangkan saja, saya sudah bersaliva). Nah potong sedikit lalu
sedot pelan-pelan. Rasa kecutnya sangat cepat menghilangkan kantuk.
5. Rasa kantuk juga disebabkan tidak lancarnya suplai darah dan
oksigen akibat posisi duduk yang terlalu lama.
Setiap ada kesempatan berhenti, usahakan melemaskan kaki. Ada yang
menyarankan berjalan tanpa alas kaki diatas bebatuan (kalau ada)
6. Ini siksaan buat saya, tapi saat berhenti istirahat jangan makan
banyak. Ingat pelajaran Biologi saat SMP.
Energi dan oksigen yang dibutuhkan untuk mencerna dan memecah makanan
akan mengurangi suplai oksigen tersebut ke otak.
Jangan memaksakan diri, kemampuan kita menilai diri kita sendiri
berkurang jauh pada saat letih.
Sehingga kita sering over confident, terlalu percaya diri sendiri
padahal refleks sudah berkurang jauh.
Salah satu cara obyektif untuk mengetahui kita sudah lelah adalah
dengan melihat kecenderungan kita saat memasuki tikungan.
Apabila kita cenderung oversteering atau melebar saat memasuki
tikungan, atau tidak sinkron antara kecepatan mobil dan sudut belok,
Berarti refleks dan koordinasi tubuh kita sudah menurun.
Ini akan lebih terlihat pada rute yang berbelok-belok seperti Nagrek,
atau sebagian besar jalur selatan.
Gejala-gejala fisik lain adalah menguap berulang-ulang, pada interval
pendek.
Mata butuh mengerjap-ngerjap, juga pada interval pendek.
Yang lebih berbahaya adalah ketika waktu yang dibutuhkan mata untuk
mengedip lebih lama.
Segeralah berhenti.
Berdoalah setiap kali mulai jalan.
Mudik ini dilandasi dengan niat yang baik, semoga berjalan dengan baik
dan selalu dilindungi Allah, Sang Penolong Sejati di jalan.
*****
---------------------------------
Leopold Sudaryono
Pulang mudik bersama keluarga tentu sangat menyenangkan. Apalagi jika
beruntung dapat menggunakan kendaraan keluarga roda 4. Baik sewaan
ataupun milik pribadi.
Perasaan lelah karena mengendarai sendiri tidak terasa karena waktu
dilewatkan dengan mengobrol dan bercanda.
TUNGGU dulu. Itu benar hanya untuk beberapa jam dari total perjalanan
yang bisa lebih dari 12 jam.
Sisanya, bagi para penumpang adalah tidur atau merem sambil dengerin
personal music.
Nasib si supir? Kasian deh loe ...
Ada banyak tips mengusir kantuk, tapi the first rule of thumb adalah:
kalau berasa ngantuk + sudah saatnya istirahat (after 3-4 hours of
driving) +
ada tempat yg nyaman/aman utk istirahat = berhenti istirahat.
tapi terkadang kombinasi ketiga faktor diatas itu tidak ditemui.
Kadang kita ngantuk (karena bosan padahal belum jamnya istirahat) atau
belum dapat tempat yg pas
(sedang lewat jalur hutan jati nan sepi tiada henti seperti rute jalur
tengah Kalijati)
kalau sudah begitu, tindakan SEMENTARA saya biasanya:
1. makan tahu goreng dan cabe (rawit kalau kuat)
Sensasi pedas dari cabe tanpa tedeng aling-aling akan menyergap dan
bertahan di otak paling tidak 15an menit.
Lumayan dapat 15-20an KM to the next stop. Pilus rasa pedas atau snack
pedas lain
mungkin bisa membantu, tapi rasa pedasnya tentu kalah dengan cabe
rawit + tahu (apalagi kalau setelah makan cabe lalu tahunya jatuh ke
bawah stir.. hhhhhhh)
2. Matikan AC ganti pake udara alami untuk beberapa saat. Pasokan
udara segar dan oksigen akan menyegarkan tubuh.
3. Yang sudah umum mungkin seperti makan permen atau minuman yang
mengandung kafein atau suplemen energi,
(Hati2 yang menderita kelainan jantung dan jangan banyak2)
4. Utk orang pontianak/Melayu tentu sangat akrab dengan jeruk limau. (Duh
baru membayangkan saja, saya sudah bersaliva). Nah potong sedikit lalu
sedot pelan-pelan. Rasa kecutnya sangat cepat menghilangkan kantuk.
5. Rasa kantuk juga disebabkan tidak lancarnya suplai darah dan
oksigen akibat posisi duduk yang terlalu lama.
Setiap ada kesempatan berhenti, usahakan melemaskan kaki. Ada yang
menyarankan berjalan tanpa alas kaki diatas bebatuan (kalau ada)
6. Ini siksaan buat saya, tapi saat berhenti istirahat jangan makan
banyak. Ingat pelajaran Biologi saat SMP.
Energi dan oksigen yang dibutuhkan untuk mencerna dan memecah makanan
akan mengurangi suplai oksigen tersebut ke otak.
Jangan memaksakan diri, kemampuan kita menilai diri kita sendiri
berkurang jauh pada saat letih.
Sehingga kita sering over confident, terlalu percaya diri sendiri
padahal refleks sudah berkurang jauh.
Salah satu cara obyektif untuk mengetahui kita sudah lelah adalah
dengan melihat kecenderungan kita saat memasuki tikungan.
Apabila kita cenderung oversteering atau melebar saat memasuki
tikungan, atau tidak sinkron antara kecepatan mobil dan sudut belok,
Berarti refleks dan koordinasi tubuh kita sudah menurun.
Ini akan lebih terlihat pada rute yang berbelok-belok seperti Nagrek,
atau sebagian besar jalur selatan.
Gejala-gejala fisik lain adalah menguap berulang-ulang, pada interval
pendek.
Mata butuh mengerjap-ngerjap, juga pada interval pendek.
Yang lebih berbahaya adalah ketika waktu yang dibutuhkan mata untuk
mengedip lebih lama.
Segeralah berhenti.
Berdoalah setiap kali mulai jalan.
Mudik ini dilandasi dengan niat yang baik, semoga berjalan dengan baik
dan selalu dilindungi Allah, Sang Penolong Sejati di jalan.
*****
Admin- Admin
- Jumlah posting: 23
Registration date: 10.10.07

Permissions of this forum:
Anda dapat menjawab topik





